do it again 🔞
contains: explicit sexual content, local porn word.
tags: unprotected anal sex (bottom on top & missionary), making out, mentions of piercings (nipple, naval & frenum), teasing.
———
"cantik."
kid tersenyum puas melihat bagaimana sosok yang lebih tua tiga tahun darinya itu bergerak naik turun dengan putus asa di atasnya.
beautiful is an understatement.
pria berusia empat puluh tahun ini jauh lebih indah dari wanita mana pun yang pernah menghangatkan tempat tidurnya.
melihatnya muncul di balik pintu dengan setelan jas ketat yang memamerkan lekuk tubuhnya, kid tidak pernah secepat itu menarik seseorang untuk melucuti semua kain di tubuhnya.
ia sadar hasratnya tak bertepuk sebelah tangan ketika law tanpa ragu menelanjangi dirinya sendiri.
tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk bercumbu mesra dalam kondisi tanpa busana—bahkan sebelum memasuki kamar.
kini, menyaksikan sang submisif bergerak tak karuan demi memuaskan dirinya sendiri membawa kid kembali ke malam yang mereka habiskan bersama tiga bulan lalu.
ia masih law yang sama yang ditemui kid kala itu.
ia masih menggertakkan gigi dan mengerang rendah ketika ujung penis kid menumbuk prostatnya.
ia bahkan masih bersikeras untuk menggerakkan pinggulnya yang sudah terlalu lelah untuk melanjutkan.
dengan penuh perhatian, kid meraih salah satu tangan law yang bertumpu pada dadanya dan mencium buku jarinya sekilas.
"may i take over from here?"
seolah mendapat aba-aba, tubuh law langsung limbung ke depan dan jatuh ke pelukan sang dominan. pria bersurai merah eksentrik itu menyempatkan diri untuk mengusap lembut punggung law sebelum membalikkan tubuh mereka.
begitu pemilik manik gelap di bawahnya sudah berbaring dengan nyaman, kid menyeka keringat yang membasahi dahi sang dokter dan mulai menghujam titik manisnya dengan stabil.
.
.
.
"i'm afraid you like piercing your body a little too much." kid berdecak pelan sambil menelusuri penis law dengan ibu jarinya. "the last time i saw you, there were only nipples and naval piercings. memang boleh dokter punya frenum piercing?"
sang pria kelahiran oktober mengerutkan keningnya, heran. "memang ada larangan tindik kontol untuk dokter?"
mendengar itu, kid tidak bisa menahan tawanya.
ia lantas mengedipkan mata kirinya dengan genit. "i can't wait to feel it on my tongue."
kalimat yang menyiratkan ajakan berhubungan intim kembali itu membuat law tanpa sadar mengulum bagian dalam pipi kirinya.
"happy birthday, eustass."
tak disangka, kid tersenyum kecil mendengar ucapan ulang tahun yang tiba-tiba itu. tangan besarnya membelai surai gelap law dengan lembut.
"well, it's a happy birthday, indeed. thank you, sweetheart. i love the present."
sambil berdeham pelan, sang dokter mengalihkan pandangannya ke arah lain. "you got your present. now, where's my dinner?"
kid mengangkat alisnya. "what's the rush? ada apa? do you get any emergency calls from the hospital?"
law menggelengkan kepalanya perlahan.
"i have to get my fill before the next round," jawabnya pelan, nyaris terdengar seperti bisikan.
namun, kid mendengarnya dengan jelas dan langsung melompat dari tempat tidur untuk mencapai pintu kamar.
"it'll be ready in a minute."
———&———
Bạn đang đọc truyện trên: ZingTruyen.Xyz