ZingTruyen.Xyz

She Is CRAZY But She's MINE [FayexYoko]

12. Mulitalenan :3

RiskaPramitaTobing

-----

Faye terdiam di balkon restoran sambil menikmati istirahat makan siangnya. Di atas pangkuannya, ada satu misting berisi beberapa jenis makanan berat dari mulai nasi, irisan daging sapi, sayuran, bahkan hingga buah-buahan. Tak jauh darinya, Engfa yang tengah memandang ke atas langit yang cerah membuat Faye mengerutkan kening "Kenapa?" ujar wanita cantik itu ketika ia berhenti mengunyah karena sobat seperjuangannya itu tampak tidak nafsu untuk makan siang.

Engfa melirik padanya, cerulean berwarna cokelat dan bulat itu menatap lurus padanya, menampakkan ekspresi yang sulit untuk dibaca "Menurut kakak, aku bisa nggak ya ngebahagiain Charlotte?" ia bergumam, cukup pelan, tapi begitu jelas di gendang telinga milik Faye hingga wanita cantik itu dapat merasakan apa yang tengah dirasakan olehnya.

Faye tahu betul jika Engfa serta Charlotte berada di kelas ekonomi yang berbeda. Kisah cinta mereka memiliki alur yang hampir serupa dengan dirinya dan juga Yoko yang berakhir di tengah jalan. Tapi, meskipun begitu, Faye yakin sekali bahwa mereka berdua tak akan berakhir seperti sebagaimana dirinya dan juga Yoko, atau setidaknya itu yang Faye inginkan.

Dengan pemikiran itu, Faye mendekat pada Engfa dan merengkuh bahunya yang melorot seolah kehilangan semengat di dalam diri. Wanita cantik itu menepuk punggung lemah itu lantas menariknya hingga Engfa kembali duduk tegap "Harus bisa" ujar Faye dengan percaya diri hingga membuat Engfa tersenyum ke arahnya "Kalau aku gagal, maka kamu harus berhasil mendapatkan gadis impianmu" ujar Faye hingga Engfa menorehkan senyum padanya

"Kalau begitu, aku pasti berhasil" timpal Engfa seolah ia kembali mendapatkan rasa percaya dirinya melalui ucapan sederhana yang diberikan Faye kepadanya dan Faye tersenyum lalu mengangguk mengiyakan sekaligus mendoakan agar kejadian yang menimpa dirinya tak harus menimpa Engfa juga.




--




Seusai bekerja seharian, Faye menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu toko kue kesukaan Yoko. Sudah beberapa hari ini Yoko mengigau bahwa ia menginginkan chesse cake dari toko langganan mereka dan karena Faye diberi bonus hari ini, wanita cantik itu memutuskan untuk membeli sesuatu yang spesial bagi gadis yang selalu saja menghantui isi pikirannya.

Ketika Faye memasuki ruangan ber AC yang sekelilingnya dihiasi dengan etalase berisikan kue-kue lucu, harumnya aroma adonan yang bercampur di pucuk hidung Faye membuat wanita cantik itu terpejam seraya menghitung dari satu sampai tiga sebelum kemudian secara tiba-tiba saja sebuah aroma manis yang familiar menghampiri dirinya.

Ketika Faye membuka mata, wanita cantik itu menemukan sosok yang baru saja menghampiri isi kepalanya beberapa saat lalu dalam bentuk gadis cantik bertubuh mungil dengan rambut terurai panjang hingga ke punggung, makeup tipis, sebuah jepit rambut berbentuk lucu di pucuk kepalanya, pakaian kasual yang sangat terlihat menggemaskan di tubuhnya, serta senyum manis di bibirnya yang ranum hingga menampakkan lesung di salah satu pipinya yang tampak lembut dan pipih.

Yoko melambai ke arahnya, sambil menampilkan senyum khas yang membuat Faye merasa hangat di dalam dadanya "Hay" pada akhirnya, Faye membalas sapaan dari mantan kekasihnya dengan senyuman hingga gadis itu terkekeh padanya "Pasti mau beliin aku cheese cake, kan?" tebaknya tepat sasaran.

Faye mengangguk mengiyakan, ia kemudian menjulurkan tangannya untuk mengacak pucuk rambut milik Yoko "Tau aja" ujar si wanita cantik seraya kemudian membawa Yoko ke dalam rengkuhan tangannya.

"Kakak dapet bonus?" ujar Yoko seraya menuntun Faye menuju etalase tempat dimana ia biasanya menemukan kue paforitnya itu "Iya. Kebetulan kakak tadi bantu bos bersihin AC. Dapet tiga ratus ribu" imbuh wanita cantik itu seraya mengacungkan tiga jarinya yang panjang dan besar.

Yoko terkekeh "Aku nggak nyangka kalau kakak se-multitalenan ini" timpal si cantik bertubuh mungil seraya berbelok ke etalasi paling pojok lantas tersenyum ke arah Faye yang langsung mengambilkannya satu buah cheese cake berukuran sedang yang tampak menggiurkan.

Setelah mendapatkan cheese cake yang ia inginkan, Yoko akhirnya melepaskan pelukan dari Faye dan berlari menuju arah kasir. Melihat bagaimana Yoko tak sabar ingin segera memasukkan kue lucu itu ke dalam mulutnya membuat Faye terkekeh. Wanita cantik itu mengekor di belakang tubuh mungil milik Yoko yang berlari-lari kecil hingga rambutnya bergoyang-goyang mengikuti hentakan setiap langkahnya.

Ketika Yoko sampai di kasir, Faye yang mengekor di belakangnya bisa melihat kalau gadis itu mengeluarkan isi dompetnya sendiri sehingga wanita cantik itu menerutkan kening lantas mendekat secara cepat "Hey!" Faye menegur pada Yoko yang hampir saja menyerahkan selembar kertas berharga berwarna merah muda itu pada kasir yang menatap ke arah mereka berdua.

"Kenapa kamu yang bayar?" ujar Faye ketika ia mengambil lembaran itu dari tangan si kasir "Pakai uangku aja mbak" imbuh Faye seraya menyerahkan lembaran miliknya.

"Padahal aku ada uang sendiri" timpal Yoko seraya kembali memasukkan uangnya ke dalam tas kecil yang menyantol di bahunya.

Faye mendecak seraya menerima beberapa lembar kembalian dari si kasir "Sejak kapan kamu mau bayar jajan sendiri? Biasanya juga minta kakak beliin mulu" ujar Faye ketika ia menuntun Yoko menuju meja di pojok ruangan agar gadis itu bisa menikmati kue miliknya.

Faye bisa melihat jemari Yoko bergerak pelan guna membuka bungkusan cheese cake lantas kemudian menikmatinya dengan perlahan "Mmmmmm" kepala mungil milik Yoko bergoyang pelan ketika ia mulai mengunyah, sebagai pertanda bahwa gadis itu menikmati makanannya.

Faye bahkan selalu heran entah kenapa Yoko selalu saja menggoyangkan kepala sampai setengah badannya ketika tengah menikmati makanan lezat. Apa setiap perempuan seperti itu ya? Tapi, kenapa dirinya tidak?

"Kakak mau?" ujar Yoko, Faye tersenyum ke arahnya lantas membuka mulut saat Yoko memberinya satu suapan.

Rasa kue yang lembut, manis, dan sedikit gurih langsung saja memenuhi mulutnya ketika mulutnya berinteraksi dengan suapan dari Yoko "Enak" jawab Faye pada Yoko yang memperhatikannya dengan mata membulat, seolah ia tengah menunggu reaksi apa yang sekiranya akan ditampilkan oleh Faye padanya.

"Enak doang? Nggak ada apa-apa lagi komentarnya?" jawab Yoko dengan ekspresi kesal yang tepat.

Faye terkekeh "Lembut, manis, ada gurihnya juga, ada sentuhan harum kayu manis, terus ada sedikit bau pandan" balas si wanita cantik, menjelaskan apa yang baru saja ia rasakan dari suapan yang diberikan Yoko padanya.

"Mau lagi?" ujar Yoko seraya menyerahkan satu suapan lagi kebarah Faye dan Faye menggeleng "Buat kamu aja" timpal Faye pada Yoko yang langsung mengiyakan lantas menikmati sisa kuenya.

"Gimana ulangannya di kampus?" ujar Faye tiba-tiba hingga membuat Yoko menghentikan konsentrasinya yang sedari tadi hanya tertuju pada kue di mejanya.

Gadis cantik itu memajukan bibirnya sedikit "Susah banget kak. Tadi banyak pertanyaan-petanyaan yang mungkin jawabannya nggak sempurna. Pokoknya aku pasti remedial sih" timpal si mungil hingga membuat Faye terkekeh karenanya.

"Belajar yang bener. Kamu harus lulus dengan predikat yang baik biar bisa kerja di tempat yang nyaman. Kakak nggak mau kamu harus ngalamin kerja sulit kayak kakak begini. Nanti, kalau butuh uang untuk beli buku, atau les tambahan, kasih tau kakak aja. Biar kakak yang usahain supaya kamu nilainya nggak jeblog" mendengar itu, Yoko terseyum. Entah kenapa, setiap kali ia mendengar Faye mendahulukan kepentingan Yoko daripada dirinya sendiri membuat hati Yoko terasa ngilu karena kehangatan yang mendalam yang bahkan tak bisa diungkapkan.

"Kak?" ujar Yoko hingga membuat Faye kembali melirik padanya setelah tadi iris matanya beralih menuju arah dirinya "Kenapa?" timpal Faye dengan eksrpresi wajah yang tenang namun penasaran di satu waktu yang sama.

"Terimakasih ya?" kini, jemari Yoko terulur untuk menggenggam lentiknya jemari Faye.

"Aku sayang sama kakak" imbuh gadis cantik bertubuh mungil itu sebelum kemudian ia menarik tangan Faye agar wanita cantik itu mendekat ke arahnya.

Meski awalnya enggan, Faye akhirnya mendekat dan memberikan pelukan pada Yoko yang langsung menggelayut manja di tubuhnya "Kakak juga sayang sama kamu, Yoo. Makanya kakak memperjuangkan kamu se-keras ini"

-----
Riska Pramita Tobing.

BALIKAN GA!

BURU!

SAYA MAKSA!!!

Bạn đang đọc truyện trên: ZingTruyen.Xyz